Senin, 22 Oktober 2018

Polisi Mulai Periksa Pengunggah Surat Palsu KPK

Equityworld Futures - Polisi meminta keterangan Mohammad Trijanto sebagai pengunggah surat palsu KPK di media sosial. Aktivis anti korupsi ini dipanggil sebagai saksi atas postingannya di medsos terkait pemanggilan Bupati Blitar oleh KPK. Dalam pemeriksaan ini, Trijanto diminta keterangannya terkait pelanggaran UU ITE. 

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan Trijanto seharusnya datang memenuhi panggilan polisi pada Sabtu (20/10). Namun karena yang bersangkutan berhalangan, maka polisi mengakomodir dengan dilakukan pemeriksaan hari ini. 

"Hari ini pemanggilannya terkait konten postingan Trijanto pada akun medsosnya. Statusnya masih sebagai saksi. Karena proses penyidikan itu menggali keterangan dari saksi lebih dahulu," kata Anissullah ditemui di Mapolres, Senin (22/10/2018).

Selain Trijanto, beberapa saksi juga telah diminta keterangan. Termasuk keterangan beberapa saksi ahli. Polisi juga meminta keterangan dari Trijanto terkait pembuatan surat palsu KPK. 

"Ada dua perkara yang dilakukan pemeriksaan hari ini, termasuk pembuat surat palsu KPK itu. Jika sudah mengarah ke pembuatnya, kami baru akan klarifikasi ke KPK," jelasnya. 

Pantauan detikcom, Trijanto datang ke Mapolres Blitar sekitar pukul 11.00 WIB. Selain didampingi kuasa hukumnya, Trijanto juga diantar puluhan aktivis anti korupsi di Blitar lainnya. 

Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, M Sholeh, kuasa hukum Trijanto, mengatakan dugaan tindak pidana yang dituduhkan kepada kliennya tidak lazim. Alasannya, laporan dua kasus itu masuk polisi tanggal 16 Oktober dan pada hari itu juga terbit Surat Perintah Penyidikan. Dan kliennya mendapat panggilan pemeriksaan pada 17 Oktober. Sedangkan, pelapor malah belum dimintai keterangannya. 

"Ini tidak lazim. Bukan berarti tidak boleh. Kalau ada kasusnya tangkap tangan maka tidak harus ke penyelidikan namun langsung ke penyidikan. Tapi kalau kasus ini tentu harus ada penyelidikan dulu. Dari penyelidikan polisi seharusnya memanggil pelapor. Dalam hal ini pun harusnya pelapor adalah bupati bukan pakai kuasa, ini bukan kasus perdata," jelas M Sholeh.

Sampai pukul 15.20 wib, proses pemeriksaan masih berlangsung. Keterangan dari penyidik, nanti malam Bupati Blitar juga akan dimintai keterangan terkait kasus yang menghebohkan Kabupaten Blitar ini.

Equityworld Futures
Equityworld

Pelukis Tommy Tanggara Diciduk Polisi Yogya karena Narkoba

Equityworld Futures - Pelukis asal DI Yogyakarta, Tommy Tanggara (49) harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta di kediamannya, di Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, DIY, Minggu (21/10).

Tommy diciduk polisi karena terbukti menyalahhunakan penggunaan narkotika jenis ganja. Tak hanya itu, polisi juga menemukan bukti bahwa pelukis fenomenal ini juga menanam sejumlah ganja di kediamannya.

Di antara barang bukti yang diamankan polisi yakni berupa pot tanah liat yang ditumbuhi tanaman ganja setinggi 97 cm, dan di pot lainnya tumbuh ganja setinggi 24 cm. Kemudian juga ada pot plastik berisi 9 bibit ganja setinggi 2 cm.


Sebenarnya Tommy bukan kali pertama berurusan dengan polisi. Pada tahun 2012 lalu dia juga pernah ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Yogya dengan perkara yang sama. Namun peristiwa tersebut tak membuatnya jera.

"Saya sudah 30 tahun pakai ganja untuk kesehatan. Saya selama memakai ganja tidak pernah kena flu atau sakit, stabil terus, sehat terus beberapa tahun ini," kata Tommy kepada wartawan di Mapolresta, Senin (22/10/2018).

Tak hanya itu, Tommy mengaku dengan memakai ganja dia bisa lebih mudah mengekspresikan ide-idenya di atas papan lukis. Kemudian emosinya juga stabil. Oleh karenanya, dia memilih tetap memakai barang haram ini.

"Karena ganja adalah kabaikan dan kebenaran," tutur Tommy.


Sementara Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini menjelaskan, apapun alasannya perbuatan Tommy Tanggara tidak bisa dibenarkan. Sebab, penggunaan narkotika termasuk ganja harus sesuai peruntukannya.

"Penggunaan narkotika itu harus ada izinnya. Seperti dokter itu menggunakan juga narkotika untuk kesehatan. Untuk operasi kesehatan itu menggunakan pembiusan, menggunakan morfin dalam kadar tertentu," ujarnya.

"Jadi (pemakaian narkotika) harus dilakukan oleh tenaga ahli, jangan sampai ada efek samping, efek yang merusak kesehatan. Bapak kan (Tommy) bukan seorang ahli, enggak tahu apakah narkotika ini apa efek sampingnya," lanjutnya.

Kemudian dalam kasus ini, Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta tidak hanya menangkap Tommy Tanggara. Polisi juga menahan seorang seniman asal Jepang berinisial KNK (69) yang ditangkap di kediaman Tommy di Bantul.

Atas perbuatannya, kini Tommy dan KNK terancam pasal 111 ayat 2 jo pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 8 miliar.

Equityworld Futures
Equityworld

Kamis, 18 Oktober 2018

BNI Setop Kucurkan Kredit Baru untuk Beli Apartemen Meikarta

Equityworld Futures - Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyetop penyaluran kredit baru untuk pembelian hunian di Meikarta. Hal ini menimbang adanya kasus pada proyek tersebut.

Direktur Ritel Banking BNI Tambok P Setyawati mengatakan, jumlah debitur untuk proyek tersebut relatif sedikit. Namun, dengan adanya kasus ini BNI memutuskan untuk menyetop penyaluran kredit baru.

"Khusus untuk Meikarta berapa pembiayaan KPR, tidak terlalu banyak kisarannya nasabahnya 200-an debitur, Rp 50 miliar, dan untuk ke depannya karena kasus ini nasabah baru ya tidak proses dulu sampai proses hukum selesai," kata dia di Kantor BNI Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Dia mengatakan, untuk yang sudah menjadi debitur pihak BNI akan melakukan kajian.

"Bagaimana yang sudah ada 200-an debitur, nanti akan review kajian hukum untuk penyelesaiannya," ujarnya.

Direktur Operasional dan Perencanaan Bisnis BNI Bob T Ananta mengatakan, penyaluran kredit untuk Meikarta relatif kecil. Dia juga mengatakan, penyaluran kredit juga terbilang masih baru,

"Jangan lihat angkanya, konteks porsi dari angka dari total exposure KPA kita sekitar 0,00001% memang sangat kecil sekali. Tapi memang kondisi begini kita review dan sementara memang baru mulai," tutupnya.

Equityworld Futures

Equityworld

Selasa, 16 Oktober 2018

SPBU untuk Pesta Nikah Disanksi, Warga Disarankan Cari SPBU Lain

Equityworld Futures - Dikarenakan melanggar standar keamanan yang tertuang dalam kontrak kerja sama antara Pertamina dan para mitra usaha sebagai lembaga penyalur BBM, APMS No 66.0311 Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan milik PT Noor Avia Group dikenakan sanksi berupa pemberhentian pasokan BBM selama satu bulan. Sanksi didapat karena APMS tersebut menggelar resepsi pernikahan di sana.

Pertamina tidak mengetahui resepsi pernikahan yang diadakan pada 14 Oktober lalu. Meskipun ada pemberitahuan sebelumnya Pertamina tetap tidak akan memberikan izin untuk menyalahgunakan fungsi dari APMS/SPBU.

"APMS tersebut berpotensi kehilangan pemasukan sekitar Rp 40 juta dalam satu bulan karena tidak dipasok BBM," ungkap Manager Communication & CSR Region Kalimantan PT Pertamina, Yudy Nugraha saat dihubungi detikOto (16/10/2018).

External Communication PT Pertamina, Arya Dwi Paramita menambahkan, agar tidak mengganggu pelayanan konsumen BBM Pertamina di sana, Pertamina menyarankan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan BBM di SPBU Pertamina lainnya yang terdekat dengan lokasi. Selama tenggat waktu tersebut masyarakat dapat memenuhi kebutuhan BBM di SPBU dengan lokasi terdekat yakni SPBU 64.711.04 Jalan H. Isbat dan SPBU 61.711.001 Jalan Brigjen H. Hasan Basri sampai APMS No 66.0311 Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin diizinkan beroperasi kembali.


Supaya tidak terjadi pelanggaran serupa yang berisiko bahaya bagi sekitar SPBU atau APMS Pertamina akan melakukan penegasan kembali kepada mitranya mengenai aturan dan kontrak yang sudah disetujui. "Nanti kami tegaskan lagi aturan-aturan yang sebenarnya sudah ada kepada mitra usaha kami yang menyalurkan BBM dari Pertamina supaya tidak terjadi lagi ke depannya," pungkas Yudy.

Yudy mengaku kejadian langka ini baru pertama kalinya terjadi khususnya di daerah Kalimantan. "Baru pertama kali juga ini ada yang mengadakan resepsi pernikahan di SPBU, tapi selain itu belum pernah ada juga kasus penyalahgunaan fungsi SPBU di Kalimantan sepengetahuan saya," ungkap Yudy.

Equityworld Futures 

Equityworld

Senin, 15 Oktober 2018

Nenek 77 Tahun Ini Selalu Minum Pepsi Selama 60 Tahun

Equityworld Futures - Nenek berusia 77 tahun ini punya kebasaan minum Pepsi 4 kaleng setiap hari. Kebiasan tersebut dilakukan rutin sejak ia berusia 13 tahun dan ia tetap sehat.

Nenek bernama Jackie Page ini berasal dari Carshalton, Surrey, Inggris. Selama 60 tahun terakhir dalam hidupnya ia tidak pernah meminum jenis lain selain Pepsi. Bahkan ia mengaku selalu menghabiskan hingga 4 kaleng Pepsi dalam sehari. Kebiasaan minum berkarbonasi itu dilakukan sejak tahun 1954, saat itu Jackie Page baru berusia 13 tahun.

Pepsi merupakan brand minuman cola yang banyak disebut mengandung banyak gula. Meski banyak orang berpikir sebagai hal aneh tetapi Page tidak menyebut kebiasaannya ini karena kecanduan. "Itu hanya sesuatu yang saya suka, dan saya tidak bisa apa-apa karena saya tidak suka minuman lainnya", demikian alasannya

Nenek 77 Tahun Ini Selalu Minum Pepsi Selama 60 TahunFoto: Istimewa

Nenek ini mengaku bahwa ia hanya menyukai Pepsi yang dikemas dalam kaleng bukan dalam kemasan botol. Karena ia menyukai Pepsi yang dingin, ia selalu menyetok minuman itu dalam kulkas. Kecintaannya pada Pepsi diketahui oleh anak-anaknya, karenanya mereka tidak pernah mengambil minuman sang nenek dari kulkas.

"Saya akan mengatakan kepada mereka minuman soda itu buruk untuk mereka agar mereka tidak meminumnya. Tetapi, setelah mereka melihat saya sehat-sehat saja, saya tidak bisa bicara seperti itu lagi," ungkap Page.

Dilansir dari Lad Bible (14/10) hingga kini, Pepsi yang sudah dihabiskan oleh Jackie ada sekitar 93.440 kaleng, yang berarti sudah sebanyak 3.000 kg gula masuk ke dalam tubuhnya. Meskipun begitu, ibu empat anak ini tetap telihat sehat dan bugar.

Nenek 77 Tahun Ini Selalu Minum Pepsi Selama 60 Tahun

Padahal sudah banyak yang mengingatkan nenek ini bahwa Pepsi bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Namun menurutnya, tubuhnya relatif langsing hingga lima tahun lalu karena banyak melakukan kegiatan. Kini dirinya telah bertambah gemuk lantaran akhir-akhir ini kegiatan dirinya tidak seaktif dulu.

Setiap bangun tidur di pagi hari,ia selalu mengambil satu kaleng Pepsi dan meminumnya layaknya orang-orang menyeruput teh atau kopi di pagi hari. Dari kebiasannya itu seorang ahli gizi dan juru bicara spesialis untuk British Dietetic Association, Nicole Rothband, mengatakan minum banyak Pepsi akan meningkatkan risiko obesitas dan penyakit hati dan mempengaruhi kesehatan gigi.

Namun, hal tersebut tidak digubris oleh Jackie Page. Menurutnya meski banyak orang mengatakan minuman karbonasi buruk, tetapi itu adalah pilihan dirinya yang disukai.

Equityworld Futures
Equityworld

Minggu, 14 Oktober 2018

Kalau Tak Ada Pertamax, Mobil Honda Masih Aman Tenggak Premium

Equityworld Futures - Pertamina baru saja menaikkan harga bensin Pertamax menjadi Rp 10.400/liter. Tentu saja hal tersebut akan membuat pengguna mobil berpikir dua kali untuk memilih jenis bahan bakar yang digunakan.

Ada yang tetap bertahan dengan menggunakan Pertamax, namun ada juga yang beralih menggunakan BBM dengan oktan lebih rendah seperti Pertalite atau Premium.

Mengisi BBM dengan jenis apapun sebenarnya sah-sah saja. Terkait hal tersebut Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT PHM Jonfis Fandy mengungkapkan memang pabrikan merekomendasikan untuk penggunaan RON 92 atau setara Pertamax.

Namun ia tidak menampik untuk disesuaikan dengan tingkat urgensinya, seperti kondisi daerah yang belum terjangkau Pertamax.

"Kalau rekomendasi kita itu adalah Oktan 92, tapi kalau Anda pergi ke suatu tempat dan tidak tersedia Pertamax Anda boleh isi Premium," ungkap Jonfis.

Penggunaan RON 92 sendiri disinggungnya berlaku untuk semua produk mobil Honda yang berbasis bensin. Hal ini dikarenakan jika RON tidak sesuai kompresi maka yang akan terjadi detonasi alias mesin yang mengelitik.

"Ini juga berlaku untuk semua produk, karena merupakan rekomendasi dari pemerintah kepada konsumen dan juga APTM," terangnya.

Jadi Otolovers, semua penggunaan bahan bakar memang diperbolehkan dan memiliki untung ruginya sendiri. Bila menggunakan RON di bawah standar, di satu sisi lebih hemat namun di sisi lainnya bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan di masa mendatang.

Equityworld Futures

Equityworld