Equityworld Futures, Dulunya si kecil selalu ingin dekat dan
terbuka dengan orang tuanya. Tapi ketika memasuki usia remaja, ia jadi
cenderung tak mau terbuka dengan orang tuanya.
Nah, menurut psikolog dari Biro Psikologi Castra Tangerang, Wikan Putri Larasati, MPsi, Psikolog, remaja yakni di rentang usia 12 sampai 22 tahun memang tengah memasuki masa mencari identitas diri.
Di masa itu, remaja ingin menunjukkan diri atau ingin mencari tahu dirinya siapa. Nah, penerimaan sosial menjadi aspek penting di masa-masa ini dan berbagai cara pun dilakukan remaja untuk menunjukkan dirinya.
"Wajar kalau di usia remaja anak mulai nggak terlalu terbuka sama orang tuanya. Saat itu, teman memiliki peran utama. Nah bagaimana orang tua bersikap? Santai aja, beri anak kebebasan tapi tetap diawasi," kata Wikan saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.
Ia menambahkan, baiknya orang tua memiliki hubungan yang dekat dengan anak. Tidak hanya dekat secara fisik, tetapi juga emosional. Dengan begitu, ayah atau ibu bisa tahu apa kebutuhan si anak. Wikan menekankan kedekatan anak dan orang tua amat penting.
Sebab, ketika sudah dekat dengan orang tua, anak akan merasa nyaman dan terbuka untuk menceritakan apa yang ia alami atau rasakan. Lebih lanjut, Wikan menyarankan orang tua untuk tetap mengawasi dengan siapa anak berteman.
"Nah, sifat anak di masa saat itu masih mendewakan teman. Sehingga, kalau orang tua mau membicarakan sesuatu, lakukan pendekatan, jangan langsung 'serang' anak apalagi dengan membawa-bawa temannya," kata Wikan.
Pendekatan pada anak yang bisa dilakukan salah satunya dengan mengajak si anak ngobrol lebih dulu mengenai sesuatu yang akan dibahas. Kemudian, tanyakan pendapat anak tentang hal itu sehingga obrolan yang terjadi lebih mengarah pada diskusi di mana orang tua bisa menyelipkan nasihatnya.
Equityworld Futures
Tidak ada komentar:
Posting Komentar