Selasa, 13 November 2018

Pakai ESP, 80% Kecelakaan Mobil Akibat Tergelincir Bisa Dihindari

Equityworld Futures - Coba lihat brosur mobil Anda. Untuk perangkat keamanan seperti Electronic Stability Program (ESP) rata-rata sudah menjadi standar mobil. Faktanya 80 persen kecelakaan akibat kendaraan yang tergelincir bisa dihindari berkat ESP.

"Jika semua kendaraan dilengkapi dengan ESP, 80 persen kecelakaan akibat tergelincir dapat dihindari," ujar Managing Director Bosch Indonesia Andrew Powell di Hotel Batiqa, Karawang, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018).

Dengan ESP, kendaraan yang melakukan manuver untuk menghindari kecelakaan dengan obyek lain di jalanan, masih bisa diarahkan oleh pengendaranya. Menggunakan sensor pintar, ESP mengecek hingga 25 kali per detik apakah mobil sudah benar-benar melaju sesuai dengan arah kemudi pengendara.

Jika nilai pengukurannya tidak selaras, sistem anti-gelincir akan mengintervensi, dengan mulai mengurangi torsi mesin.

Jika belum mencukupi, sistem akan melakukan pengereman pada masing-masing roda, menghasilkan daya lawan yang dibutuhkan agar kendaraan tetap dapat melaju dengan aman.


Pada 1 November 2014, ESP telah diwajibkan di wilayah Uni Eropa (EU) untuk semua kendaraan roda 4 baru yang telah terdaftar dan kendaraan komersial ringan dengan berat hingga 3,5 metrik ton.

Selain di Uni Eropa (EU), sistem anti-gelincir ini juga telah diwajibkan di Australia, Kanada, Israel, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Turki, dan Amerika Serikat. Negeri jiran Malaysia juga sudah mewajibkannya.

"Secara global, 74 persen dari seluruh kendaraan baru di dunia sudah dilengkapi dengan ESP," ujarnya.

Equityworld Futures

Equityworld 

Senin, 12 November 2018

Trump Siapkan Ancaman Bea Impor bagi Mobil Eropa

Equityworld Futures - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menemui tim perdagangannya hari Selasa (13/11/2018) waktu setempat untuk membicarakan rancangan laporan terkait bea impor bagi otomotif Eropa, menurut pemberitaan Bloomberg News yang mengutip tiga sumber yang mengetahui hal tersebut, dilansir dari CNBC International.

Perhatian Trump tetap tertuju pada upaya menekan pabrikan mobil asing menggunakan bea masuk yang tinggi, menurut laporan Axios hari Senin. Sang presiden dikabarkan menilai bahwa ancaman pengenaan bea impor otomotif sebagai taktik negosiasi yang ampuh.


Pilihan Redaksi

Trump menggunakan ancaman tarif impor otomotif ketika bernegosiasi dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau awal tahun ini.


"Trump berkata dengan gembira bahwa saat ia memulai berbicara mengenai kemungkinan bea masuk terhadap mobil, [Presiden Komisi Eropa Jean Claude] Juncker akan langsung menaiki pesawat tercepat yang dimiliki umat manusia, datang ke Washington, dan mulai menawarkan kesepakatan," kata seorang pejabat senior Eropa kepada Axios.

Saham General Motors berbalik arah ke zona negatif setelah kabar itu beredar. Bea masuk itu akan buruk bagi pabrikan AS bila negara lain melancarkan aksi balasan.

Equityworld Futures
Equityworld

Pengacara Dhani Sebut Saksi Ahli Belum Dipanggil, Ini Kata Polisi

Equityworld Futures - Aldwin Rahardian Megantara, pengacara Ahmad Dhani Prasetyo menyebut hingga kini penyidik belum memanggil saksi ahli yang diajukan pihaknya. Aldwin telah mengajukan tiga saksi ahli yakni ahli ITE, ahli pidana, dan ahli bahasa.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi mengatakan saksi dari pihak Dhani bukanlah saksi ahli, melainkan saksi yang meringankan. Kebetulan saksi yang diajukan Dhani merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya.

"Bukan saksi ahli, tapi saksi yang meringankan. Saksi ini ada tiga kebetulan mereka ini ahli semuanya. Tapi bukan saksi ahli dari polisi," papar Harissandi saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Senin (12/11/2018).

Harissandi menjelaskan berdasarkan pasal 65 KUHAP bahwa tersangka memiliki hak untuk mendatangkan saksi yang meringankan. Untuk itu, pihaknya mempersilakan Dhani membawa saksi sebelum berkas-berkas kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pasal 65 KUHAP isinya seseorang berhak untuk mengusahakan dan mengajukan saksi atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberi keterangan yang menguntungkan bagi dirinya," lanjut Harissandi.

Sementara itu, terkait untuk pemanggilan saksi Dhani, Harissandi mengatakan pemanggilan tersebut bukanlah tugasnya. Karena dalam undang-undang tertulis hal itu merupakan hak dari tersangka. Penyidik juga tak masalah jika saksi yang meringankan tersebut tak hadir.

Tak hanya itu, pihak Dhani sempat mengirim surat dan meminta penyidik memeriksa saksi tersebut di Jakarta. Namun Harissandi menolak hal ini.

"Pihak Dhani pernah mengajukan surat untuk penyidik memeriksa di sana (tempat Dhani di Jakarta). Padahal di KUHAP itu menghadirkan, bukan memanggil," imbuhnya.

Hingga kini, saksi yang diajukan pihak Dhani tak kunjung datang. Harissandi pun menambahkan jika berkas kasus ini telah rampung, pihaknya akan langsung mengirim ke Kejaksaan Tinggi Jatim, tanpa perlu menunggu saksi yang diajukan Dhani. Karena penyidik telah menunggu lebih dari dua minggu namun Dhani tak memanfaatkan waktu ini.

Sedangkan untuk berkas yang kurang, Harissandi mengatakan tinggal menunggu barang bukti tambahan yakni handphone milik Dhani yang digunakannya merekam dan mengunggah video pencemaran nama baik ke Facebook.

"Kalau sudah lengkap, kita akan segera kirim ke kejaksaan, segera kita kirim tanpa menunggu saksi Dhani. Tapi kalau mendatangkan saksi pada sore ini ndak apa. Karena berkasnya belum kita kirim. Berkasnya memang sudah lengkap, tinggal penyerahan barang buktinya," pungkasnya.

Equityworld Futures
Equityworld

Kamis, 08 November 2018

Yusril Ragukan Perjuangan Islam Prabowo-Sandi, PAN Elus Dada

Equityworld Futures - Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra meragukan rekam jejak perjuangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga dalam memperjuangkan kepentingan Islam. PAN mengaku kehabisan kata-kata.

"Cuma bisa mengelus dada dan mendoakan bang YIM (Yusril Ihza Mahendra). Sudah lah kalau mau bersama yang baru, ya pindah saja. Tidak usah menjelek-jelekan yang lama," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

Dradjad meminta Yusril tak lagi mengusik Prabowo-Sandi setelah memutuskan menjadi pengacara bagi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia menegaskan selama ini sudah banyak kontribusi Prabowo dalam membela ulama dan kepentingan umat Islam.

"Yang jelas Prabowo banyak membela ulama dari tindakan persekusi maupun kriminalisasi. Prabowo juga banyak membela ormas Islam sejak masih di TNI, termasuk ketika menjadi panglima Kopassus dan Kostrad," sebutnya.

"Selain itu, dia banyak membantu pesantren dan berbagai kegiatan keumatan. Bahkan ada pesantren di mana peran Mas Bowo krusial sekali," imbuh Dradjad.

Namun, menurut Dradjad, Prabowo tak pernah memamerkan kontribusinya itu. Ia mengatakan Prabowo tak mengumbar amal baik di media sosial.

"Tapi memang Prabowo tidak memasang amal baiknya ini di Twitter, Instagram atau mengundang media," ucapnya.

Yusril mengaku ragu dengan citra yang selama ini dikembangkan seolah pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno banyak berjasa untuk kepentingan Islam. Menurut dia, selama ini hampir tak ada rekam jejak Prabowo-Sandi dalam aspek tersebut.

"Jadi kalau Pak Prabowo dianggap sangat Islam, saya sendiri kurang percaya juga dengan hal itu. Apa iya? Sebab enggak ada track recordnya," kata Yusril kepada detikcom, Kamis (8/11).

Equityworld Futures
Equityworld

Tonton Blak blakan Yusril Ihza, Dulu Prabowo Kini Jokowi

Equityworld Futures -
Keputusan Prof Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum pasangan calon presiden petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengejutkan banyak pihak. Sebab pada pilpres 2014 dia adalah penasihat ahli pasangan Prabowo - Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi. Bahkan hingga beberapa pekan lalu dia dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpinnya masih terkesan punya hubungan dekat dengan Prabowo - Sandiaga dan partai-partai lain yang mendukungnya.
Tentang keputusannya itu Yusril mengaku dirinya bersikap dan bertindak profesional. Dari rekam jejaknya dia pernah menjadi kuasa hukum konflik Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan. Sebagai kuasa hukum, kelak dia antara lain akan membantu Jokowi - Maruf untuk mengklarifikasi berbagai isu atau fitnah yang disampaikan pihak-pihak tertentu.


"Jadi, saya menjadi kuasa hukum ya Yusril sebagai lawyer, bukan sebagai ketua umum Partai Bulan Bintang. Partai sampai hari ini belum memutuskan mendukung pihak mana," kata Yusril kepada detikcom, Kamis (8/11/2018).
Ia mengungkapkan, pada 30 Agustus lalu Sandiaga Uno dan seorang pengurus Partai Gerindra pernah menemuinya untuk mengajak PBB mendukung Prabowo. Tapi karena hingga lebih dari sebulan kemudian format koalisinya tidak jelas dan draf aliansi yang disusun para ulama tak mendapat respons dari Prabowo, akhirnya Yusril bersedia menjadi kuasa hukum Jokowi - Maruf.

"Jadi, saya tidak pernah meninggalkan Prabowo-Sandi karena memang belum pernah ada kesepakatan, juga bukan berarti saya menjadi pendukung Jokowi-Ma'ruf. Saya bukan kampret, juga bukan cebong. Saya adalah profesional," kata Yusril menegaskan.
Toh begitu, keputusan itu tetap menuai kritik dari sejumlah pihak. Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari misalnya sempat meminta Yusril mundur sebagai pengacara Jokowi-KH Ma'ruf lantaran dia menjadi pembela HTI.
Lalu, apa jawaban Yusril atas permintaan tersebut? Bagaimana juga Yusril membela Jokowi yang selama ini dituding anti ulama, antek asing dan keturunan China?

Equityworld Futures
Equityworld

Selasa, 06 November 2018

Vettel Belum Habis

Equityworld Futures - Sebastian Vettel performanya memang menurun musim ini. Tapi, bukan berarti Vettel sudah habis dan tidak mampu bersaing lagi jadi juara F1.

Vettel sempat dipuja saat masih memperkuat Red Bull Racing. Pada masa jayanya, dia meraih empat gelar juara dunia beruntun sedari 2010 hingga 2013. Dia juga memecahkan beberapa rekor di usia yang terbilang muda saat itu.

Tapi, setelah kali terakhir jadi juara dunia tahun 2013, performa Vettel menurun di tahun terakhirnya bersama Red Bull yang ternyata terbawa sampai dia pindah ke Ferrari. Sedari 2015, Vettel belum sekalipun meraih gelar juara dunia.

Vettel dan Ferrari selalu kalah bersaing dengan para pebalap Mercedes baik Lewis Hamilton maupun Nico Rosberg. Bahkan dalam dua musim terakhir, Vettel dikakangi oleh Hamilton di pertengahan musim.

Padahal Vettel selalu punya start oke di musim 2017 dan 2018 sebelum menurun setelah libur musim panas. Wajar saja jika legenda F1 asal Inggris, Sir Jackie Stewart, menyebut Vettel sudah melewati masa kejayaannya.

Namun, Vettel tak sepakat dengan itu dan merasa masih bisa bersaing dengan para pebalap Mercedes khususnya Hamilton untuk bersaing jadi juara, termasuk di musim 2019 nanti.

"Saya rasa kami semua, yang punya kesempatan mengendarai mobil hebat ini, itu punya keistimewaan lebih, semua orang bermimpi bisa bertarung untuk menang dan berada di podium," ujar Vettel kepada Motorsport-Total.

"Tentu saja saya kecewa karena hanya finis keempat, tapi itu lebih baik ketimbang mengendarai mobil yang cuma bisa finis ke-15, dan saya tahu saya ada di posisi yang sangat menguntungkan," sambung pebalap asal Jerman itu.

"Saya sudah menjalani kehidupan yang luar biasa. Saya sudah memenuhi impian saya menjadi pebalap F1, menang, menjadi juara dunia - saya bahkan melakukannya lebih dari sekali.

Vettel musim ini sudah memastikan finis runner-up meski masih tersisa dua seri lagi. Dengan 294 poin, Vettel tak lagi bisa dikejar Kimi Raikkonen (236 poin) atau Valtteri Bottas (227 poin) di bawahnya.

"Saya membalap untuk Ferrari dan berharap bisa segera jadi juara dunia di Ferrari. Saya tak berharap apa-apa lagi selain itu," tutup Vettel.

Equityworld Futures
Equityworld