Minggu, 22 Juli 2018

Alasan Valentino Rossi Masih Membalap di MotoGP

Equityworld-f.com - Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menyatakan bahwa dirinya masih ingin berkancah di ajang MotoGP kendati telah menginjak 36 tahun. Rider berjuluk The Doctor tersebut menilai masih ingin membuktikan diri dapat tampil kompetitif di lomba balap motor paling prestisius tersebut.
Di usianya yang kini tak lagi muda seakan tak menjadi hambatan bagi Rossi untuk tampil maksimal. Terbukti, di usia yang terhitung gaek untuk ukuran pembalap, joki balap Italia ini masih dapat menyelesaikan MotoGP 2015 di posisi dua klasemen.
Jika Dewi Fortuna tidak menjauhinya, bukan tak mungkin mahkota juara dunia bisa dia raih pada musim 2015 ini. Setelah berturut-turut menduduki posisi runner-up pada 2014 dan 2015, Rossi berambisi meraih gelar juara pada 2016.
Sayangnya, perjuangan tersebut takkan mudah untuk direalisasikan. Sebab, rekan satu timnya, Jorge Lorenzo dan rivalnya dari Repsol honda, Marc Marquez yang diketahui sebagai pesaing utama Rossi memperebutkan gelar diyakini bakal tampil lebih matang musim depan.
“Pertanyaannya, mengapa saya masih membalap? Saya masih di sini karena ingin membuktikan diri. Saya masih menyukai membalap di atas lintasan dan sangat menikmatinya. Saya memiliki alasan mengapa masih layak membalap untuk beberapa tahun ke depan,” jelas Rossi, sebagaimana diwartakan laman MCN.
Equityworld Futures
Equityworld

Rabu, 18 Juli 2018

Lulung Serang Elite PPP soal Jegal Pencalegan

Equityworld Futures - Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyebut PPP bisa menjegal pencalegan Abraham Lunggana atau Lulung jika tak mundur dari DPRD DKI. Lulung balas menyerang Baidowi.

"Dia nggak ngerti apa-apa. Anak kemarin itu. Baidowi kan anak kemarin," ujar Lulung saat dihubungi, Rabu (18/7/2018).

Lulung saat ini masih terdaftar sebagai pimpinan DPRD DKI dari Fraksi PPP. Menurut Lulung, proses pemberhentian dari DPRD DKI memiliki mekanisme tersendiri.


"Wakil ketua DPRD itu kan dipilih rakyat. Berhenti itu bukan otomatis berhenti dari DPRD, ada mekanismenya sendiri," kata Lulung.

Untuk tahun 2019, Lulung daftar jadi bakal caleg DPR melalui PAN. Lulung masuk dapil Jakarta III. Ia janji akan mundur dari PPP jika ditetapkan jadi caleg.

"Iya," ujar Lulung.

Sebelumnya, Baidowi meminta Lulung segera mundur ketika memutuskan maju lewat PAN di Pileg 2019. Ia juga tak heran atas kepindahan Lulung ke PAN terkait pencalegan.

"Ketika yang bersangkutan mundur, otomatis keanggotaannya di DPRD akan ditarik atau di-PAW digantikan oleh caleg suara terbanyak berikutnya. Secara etika politik, harusnya Lulung sudah mundur dari jabatan yang diperoleh dari PPP," ucap Baidowi.

Equityworld Futures

Equityworld

Senin, 16 Juli 2018

Tiket Pesawat Gratis Seumur Hidup Untuk Penyelam Selamatkan 12 Remaja

Equityworld Futures - Penyelam yang membantu menyelamatkan 12 remaja Thailand dan pelatih sepak bola dari gua tempat mereka terperangkap selama berhari-hari diberi tiket pesawat gratis ke Thailand seumur hidup.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemerintah Thailand kepada dua penyelam Inggris, John Volanthen dan Jason Mallinson, sesaat sebelum keduanya pulang ke Inggris setelah sukses membantu evakuasi para remaja berusia 11-16 tahun tersebut.
"Ini untuk menunjukkan apresiasi kami. Perdana menteri kami ingin Anda diberi ini," kata Wirasak Kowsoorad, menteri pariwisata saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Volanthen dan Mallinson.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Anda berdua. Ini penyelamatan yang sungguh luar biasa dan kami sangat berterima kasih. Anda akan kami sambut dengan tangan terbuka, kapan saja. Anda punya banyak sahabat di negara ini," kata Wirasak.
Arkhom Termpittayapaisith, menteri transportasi menambahkan, "Anggap saja ini tiket gratis ke Thailand yang berlaku seumur hidup."

Saat tiba kembali di bandar udara Heathrow di London, Volanthen, tak bisa menyembunyikan kelegaan dan kegembiraan karena semua remaja yang dinyatakan hilang sejak 23 Juni itu akhirnya ditemukan selamat pada 2 Juli.
Misi evakuasi dari lokasi mereka yang jauh di dalam lorong gua yang banjir, yang digambarkan sebagai 'misi yang tidak mungkin' juga bisa dilaksanakan dengan baik.
Tiga belas orang ini diangkat dari gua dalam tiga gelombang mulai Minggu hingga Selasa, 8-10 Juli.
Volanthen Bagi Volanthen, Gua Tham Luang bukan gua yang asing bagianya. Ia pernah melakukan eksplorasi gua ini. (EPA)

Meski banyak yang menyebut tim penyelam dan seluruh anggota tim SAR sebagai pahlawan, Volanthen dengan rendah hati menolak sebutan tersebut.
"Bukan, kami bukan pahlawan. Yang kami lakukan adalah melakukan (misi evakuasi) secara penuh perhitungan dan dilakukan dengan sangat hati-hati," kata Volanthen, yang sehari-harinya berprofesi sebagai konsultan teknologi informasi tersebut.
Bersama penyelam Inggris lain, Rick Stanton, Volanthen adalah dua penyelam pertama yang menemukan para remaja.

Suaranya yang keras dan memecah keheningan dalam video yang viral membuat banyak orang merasa terharu.
Dalam video ini, ia bertanya, "Berapa jumlah kalian?" yang dijawab, "Tiga belas."
Jawaban yang membuat mereka yang mengikuti drama ini menjadi lega, karena dengan begitu terungkap bahwa 13 orang yang hilang itu selamat setelah dikhawatirkan mereka mungkin tidak pernah ditemukan karena hilang selama sembilan hari.
Mallioson adalah salah satu anggota tim yang membantu evakuasi.
Equityworld Futures
Equityworld

Minggu, 15 Juli 2018

Cerdas Mengelola Keuangan untuk Freelancer (2)

Equityworld Futures - Tidak hanya bicara tentang cashflow alias mengatur keuangan bulanan, seorang freelancer juga mempunyai kebutuhan lain yang berbeda secara keuangan dibandingkan anda yang mempunyai penghasilan tetap.

Harap diingat bahwa bagi anda yang punya penghasilan tetap ilmu ini akan sangat bermanfaat bila anda suatu hari berfikiran ingin keluar dari pekerjaan anda dan menjadi seorang freelancer.

Apa saja yang harus anda persiapkan berikutnya?


Memiliki Dana Darurat
Sebagai seorang freelancer, tentu sudah kita sadari bersama bahwa ada potensi atau kemungkinan bahwa anda tidak mendapatkan penghasilan dalam satu bulan. Memang anda tidak mendapatkan project pada bulan tersebut, atau bisa saja pembayaran anda bertempo sehingga tidak langsung dibayar.

Tentu hal ini sangat menganggu cashflow anda dan tentu saja pengeluaran pokok anda tidak terbayar bila kondisi seperti ini terus menerus. Itulah pentingnya membuat dana darurat terlebih dahulu dibandingkan anda langsung berinvestasi.

Anda harus memiliki dana darurat yang cukup untuk berjaga-jaga kalau sedang sepi project sehingga tidak dapat penghasilan. Dengan memiliki dana darurat, Anda bisa berjaga-jaga dari kemungkinan sepi transaksi pada bulan tertentu.

Setiap anda mendapatkan penghasilan, anda membentuk dana darurat. Targetkan bahwa anda harus memiliki sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan anda. Jadi kalau Anda sedang tidak ada project selama 3-6 bulan ke depan, Anda bisa tetap membayar Pengeluaran Anda secara normal. Sebagai freelancer, penghasilan Anda memang tidak tetap. Tapi yang penting, jangan sampai Anda tidak bisa membayar pengeluaran tetap Anda.


Memiliki Asuransi
Setiap kita,siapapun kita, tidak terlepas dari yang namanya potensi sakit. Akan selalu ada potensi kita untuk ke dokter hingga rawat inap di rumah sakit. Freelancer tentu bukan seorang karyawan yang memiliki asuransi kesehatan dari kantor, maka sangat penting bagi anda untuk memiliki asuransi kesehatan sendiri untuk bersiap siaga dalam kondisi yang tidak diinginkan tersebut.

Anda bisa mulai mencari asuransi kesehatan yang sesuai kebutuhan dan profesi anda dengan mendiskusikan kepada perencana keuangan professional. Tentu seorang traveller dan designer memiliki kebutuhan yang berbeda dalam menentukan asuransi kesehatannya. So, be smart.

Berinvestasi
Sebagai freelancer, makin banyak orang yang membeli barang jualan anda atau menggunakan jasa Anda, maka semakin besar penghasilan Anda. Nah, setelah pos-pos keuangan di atas telah anda penuhi, maka selalnjutnya dari besarnya penghasilan anda, sangat memungkinkan Anda untuk juga mulai berinvestasi.

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk berinvestasi. Pertama, anda berinvestasi pada alat pendukung pekerjaan anda. Misalkan anda seorang fotografer, maka investasi anda bisa dengan membeli kamera, lensa, tripop atau aksesoris lainya yang tentu ini menunjang profesi anda.

Belum lagi kebutuhan laptop untuk memberikan hasil final edit yang bagus pada hasil fotonya. Atau anda seorang musisi, yang tentunya perlu membeli alat music sesuai kebutuhan anda, hingga berinvestasi skala besar dalam bentuk studio music. Ya inilah contoh bentuk investasi pada alat pendukung profesi anda sebagai freelancer.

Yang tak kalah ketinggalan adalah berinvestasi pada pengetahuan anda. misalkan anda seorang MC, anda perlu upgrade teknik public speaking anda agar semakin menarik atau mengolah vokal anda agar semakin menarik ketika membawakan sebuah acara.

Mengikuti sebuah seminar atau training juga menjadi sebuah tempat anda untuk membangun sebuah networking yang semakin baik dan luas, sehingga potensi untuk mendapatkan project juga semakin terbuka.

Setelah anda sudah mulai berinvestasi pada alat dan pengetahuan, selanjutnya adalah berinvestasi untuk meningkatkan aset anda. mulai dari saham, reksadana hingga properti. Selain untuk memenuhi kebutuhan di masa sekarang, anda juga menciptakan aset anda untuk kebutuhan di masa depan.

Inilah beberapa hal yang bisa anda terapkan dalam mengelola keuangan agar memiliki keuangan yang lebih baik lagi dan meningkatkan aset anda. Jadi bukan seberapa besar penghasilan anda, tapi bagaimana anda mengelola uang anda.

Equityworld Futures

Equityworld

Kamis, 12 Juli 2018

Curi Kabel Listrik Venue Asian Games, 3 Orang Diciduk Polisi

Equityworld Futures - Tiga pelaku pencurian kabel listrik di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, ditangkap. Pelaku nekat mencuri kabel listrik yang tak lain adalah untuk support listrik venue Asian Games di Jakabaring Sport City (JSC).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara menyebut ada tiga pelaku saat beraksi, yakni Zainudin, Bambang, dan Andreas Eskoba. Ketiga pelaku adalah warga Talang Kramat, Talang Kelapa, Banyuasin.

"Pelaku pencurian kabel listrik di Talang Kelapa, Banyuasin, ini tiga orang. Mereka tidak tahu kabel yang telah dicuri itu untuk men-support listrik venue Asian Games di JSC," kata Yoga saat ditemui di Mapolda Sumsel, Kamis (12/7/2018).

Dikatakan Yoga, kabel 400 meter dicuri pelaku di sebuah gudang proyek Talang Kelapa, Banyuasin. Kabel dicuri secara bertahap sejak 6 Juni 2018 dengan melibatkan seorang petugas keamanan.

Akibat pencurian tersebut, perusahaan mengalami kerugian lebih dari Rp 600 juta. Bahkan pengerjaan sempat akan tersendat karena kontraktor kehilangan kabel.

"Kerugian sekitar Rp 600 juta. Mereka ini beraksi juga melibatkan keamanan agar mudah bawa kabel keluar. Kasus ini pun mulai terungkap setelah ada keterangan pegawai dan menyebutkan merekalah pelakunya," kata Yoga.

Tidak ingin buang waktu, polisi langsung bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumah masing-masing pada Selasa (10/7). Seorang pelaku, Andreas, ditembak polisi karena melawan saat ditangkap.

"Satu pelaku kami ambil tindakan tegas karena melawan dan berusaha kabur. Ini juga bukan untuk yang pertama kali mereka lakukan dan saat ini masih terus didalami," tutup Yoga.

Pelaku lain, Zainudin, mengaku nekat mencuri kabel karena tergiur harga tinggi. Apalagi kabel listrik di gudang itu belum dipasang dan masih dalam pengerjaan secara bertahap.

"Kabel ini rencananya mau ditanam di tanah secara bertahap. Karena harga kabel tinggi, kami berani ambil, apalagi belum berisiko karena belum ada arus," kata pria yang akrab disapa Zai ini.

Atas perbuatan mereka, para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polda Sumsel. Para pelaku terancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

Equityworld Futures

Equityworld

Rabu, 11 Juli 2018

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 10:46 WIB Bagikan : Inggris Melawan Sayap-sayap Lelah Kroasia Timnas Inggris akan berhadapan dengan Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Michael Dalder) Jakarta, CNN Indonesia -- Pertarungan antara Timnas Inggris melawan Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 menjanjikan duel-duel menarik meski di atas kertas tak sementereng Prancis vs Belgia. Timnas Inggris untuk kali pertama bermain di semifinal sejak 1990, sementara bagi Luka Modric dkk ini adalah semifinal kedua mereka sepanjang sejarah setelah 1998. Lihat juga: Prediksi Kroasia vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2018 Kedua negara tentu akan bermain mati-matian karena satu kemenangan lagi berarti mereka bisa tampil di partai final yang telah lama diidam-idamkan. Satu kemenangan lagi berarti mereka punya hak untuk bertarung melawan Prancis untuk memperebutkan titel juara Piala Dunia. Inggris Melawan Sayap-sayap Lelah Kroasia Timnas Kroasia sendiri bukan hanya akan menyiapkan racikan strategi untuk menghadapi Inggris, tapi juga cara untuk mengatasi kondisi fisik yang kian merosot. Mereka mengakhiri laga perempat final dan 16 Besar dengan adu penalti, sehingga kaki-kaki mereka dipastikan akan kelelahan, sementara di sisi lain Inggris menang dengan nyaman melawan Swedia. Pelatih Kroasia sempat menegaskan bahwa dirinya tak ingin masalah kebugaran ini menghalangi langkah mereka ke final. "Kami masih memiliki tenaga yang tersisa untuk melawan Inggris. Kami tidak ingin berhenti, kami akan mencoba untuk memainkan permainan terbaik kami," kata Zlatko Dalic seusai perempat final. Kroasia bermain hingga 120 menit di laga perempat final dan 16 Besar Piala Dunia 2018.Kroasia bermain hingga 120 menit di laga perempat final dan 16 Besar Piala Dunia 2018.(REUTERS/Kai Pfaffenbach) Sayangnya bagi Inggris, gelandang yang biasa diplot untuk mengawal lawan-lawan mereka di lini tengah yaitu Jordan Henderson tak dalam kondisi prima. Ia sempat terkena cedera hamstring, meski tetap bisa diturunkan pada laga semifinal nanti. Untuk menopang tugas Henderson ini, Dele Alli yang memang jadi salah satu pemain dengan rataan tekel tertinggi di The Three Lions yaitu 2,3 tekel per laga bisa diplot bersama Jesse Lingard di lini tengah. Mematikan gelandang-gelandang Kroasia sendiri memang jadi krusial bagi The Three Lions. Jika dilihat dari lawan yang telah dihadapi Inggris sejauh ini yaitu Tunisia, Panama, Belgia (mayoritas pemain cadangan), Kolombia, dan Swedia, tak ada yang memiliki trio pemain tengah dengan kemampuan teknik di level Modric atau Rakitic. Bahkan ketika berhadapan dengan Kolombia yang memberikan tekanan di 20 waktu akhir waktu normal, Inggris sempat keteteran. Jordan Henderson akan punya tugas berat di lini tengah menghentikan Luka Modric dkk.Jordan Henderson akan punya tugas berat di lini tengah menghentikan Luka Modric dkk.(REUTERS/Carlos Garcia Rawlins) Kroasia diprediksi akan kembali menurunkan Marcelo Brozovic yang sempat dicadangkan dalam laga melawan Rusia. Kebugaran Brozovic akan membantu Modric bisa bermain lebih ke depan untuk memberikan suplai bola kepada Mario Mandzukic. Selain itu, dengan mendorong Modric lebih ke depan, sang gelandang Real Madrid itu pun tak perlu diberi tugas berlebih untuk menutup area terlalu luas. Selain trio gelandang, hal lain yang harus diantisipasi Inggris adalah keberadaan Ivan Perisic dan Ante Rebic di sayap Kroasia, terutama jika Inggris bermain dengan 3-4-3. Jika bek-bek sayap Inggris terlalu sering meninggalkan pos mereka, bukan tidak mungkin Perisic dan Rebic bisa memanfaatkan hal ini untuk menusuk dengan cepat dalam serangan balik. Jordan Pickford melakukan penyelamatan krusial di laga melawan Swedia.Jordan Pickford melakukan penyelamatan krusial di laga melawan Swedia.(REUTERS/Carlos Garcia Rawlins) Di sisi lain, Inggris sendiri bisa memanfaatkan kecepatan dan kelihaian Harry Kane untuk mencetak gol. Apalagi ia akan berhadapan dengan Dejan Lovren yang sudah pernah ia hadapi di Liga Inggris. Lovren yang rentan berbuat kesalahan dan terkadang menempatkan diri pada posisi yang tidak pas, bisa dieksploitasi untuk menambah pundi-pundi gol Kane di Piala Dunia 2018. The Three Lions juga di laga kali ini tentu akan kembali berharap bisa kembali memanfaatkan kepiawaian mereka dalam eksekusi bola-bola mati. Sebagai catatan, 8 dari 11 gol mereka di Piala Dunia 2018 datang dari skema set pieces. Bahkan empat di antaranya datang dari sepak pojok. Kroasia merayakan keberhasilan ke semifinal Piala Dunia 2018.Kroasia merayakan keberhasilan ke semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Maxim Shemetov) Pemain yang Diprediksi Bersinar Domagoj Vida Bek tengah Kroasia ini akan berperan penting dalam menghentikan pergerakan Harry Kane yang memang sangat tajam di kotak penalti. Selain itu, Vida yang piawai dalam duel-duel udara akan krusial dalam menghadapi kemampuan Inggris dalam skema bola mati. Lihat juga: 9 Fakta Jelang Kroasia vs Inggris di Semifinal Piala Dunia Jordan Pickford Kemenangan 2-0 Inggris atas Swedia patut dialamatkan pada Jordan Pickford yang bermain gemilang di bawah mistar gawang. Tiga kali ia menggagalkan peluang Swedia yang terlihat hampir pasti berbuah gol. Pickford akan menghadapi ujian peluang-peluang dari luar kotak penalti yang sering dikirimkan gelandang-gelandang Kroasia. (sry) Bagikan : timnas inggris timnas kroasia piala dunia 2018 kroasia vs inggris analisis piala dunia 2018 Logo Channel Box Piala Dunia Usai Trauma, Southgate Nikmati Gelombang 'It's Coming Home' 36 menit yang lalu Pelatih Kroasia: Kualitas Pemain Kami Sudah Terbukti 1 jam yang lalu Spesialis Penahan Penalti di Bawah Mistar Gawang Kroasia 1 jam yang lalu Konser Kemeriahan Semifinal Piala Dunia 2018 Transmedia 2 jam yang lalu Ikuti lomba hias kampung Piala Dunia 2018 dan dapatkan total hadiah hingga 1/2 miliar rupiah! ARTIKEL TERKAIT Rakyat Siap Pesta Besar dan Bolos Kerja Jika Kroasia Juara Olahraga 2 jam yang lalu Pelatih Kroasia: Kualitas Pemain Kami Sudah Terbukti Olahraga 1 jam yang lalu Prediksi Kroasia vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2018 Olahraga 11 jam yang lalu FA Berharap Jumlah Suporter Inggris Meningkat 300 Persen Olahraga 6 jam yang lalu 9 Fakta Jelang Kroasia vs Inggris di Semifinal Piala Dunia Olahraga 8 jam yang lalu Kroasia Masih Punya Tenaga Tersisa Lawan Inggris Olahraga 3 hari yang lalu BACA JUGA Konser Kemeriahan Semifinal Piala Dunia 2018 Transmedia Olahraga • 11 July 2018 16:18 Spesialis Penahan Penalti di Bawah Mistar Gawang Kroasia Olahraga • 11 July 2018 16:58 Pelatih Kroasia: Kualitas Pemain Kami Sudah Terbukti Olahraga • 11 July 2018 17:20 BERITA TERBARU Ronaldo Gabung ke Juventus, Man United Dapat Rp57 Miliar Olahraga • 10 menit yang lalu Usai Trauma, Southgate Nikmati Gelombang 'It's Coming Home' Olahraga • 36 menit yang lalu Pelatih Kroasia: Kualitas Pemain Kami Sudah Terbukti Olahraga • 1 jam yang lalu INFOGRAFIS: Sembilan Musim Ronaldo Dalam Angka Olahraga • 1 jam yang lalu INDEKS BERITA TERPOPULER INFOGRAFIS: Sembilan Musim Ronaldo Dalam Angka Olahraga • 1 jam yang lalu Stoner: Kalau Soal Kemampuan, Rossi Tetap Nomor Satu Olahraga 4 jam yang lalu Konser Kemeriahan Semifinal Piala Dunia 2018 Transmedia Olahraga 2 jam yang lalu Dari Ramos untuk Ronaldo: Saya Senang Bermain di Sampingmu Olahraga 2 jam yang lalu

Equityworld Futures, CNN Indonesia -- Pertarungan antara Timnas Inggris melawan Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 menjanjikan duel-duel menarik meski di atas kertas tak sementereng Prancis vs Belgia.

Timnas Inggris untuk kali pertama bermain di semifinal sejak 1990, sementara bagi Luka Modric dkk ini adalah semifinal kedua mereka sepanjang sejarah setelah 1998.

Kedua negara tentu akan bermain mati-matian karena satu kemenangan lagi berarti mereka bisa tampil di partai final yang telah lama diidam-idamkan.



Satu kemenangan lagi berarti mereka punya hak untuk bertarung melawan Prancis untuk memperebutkan titel juara Piala Dunia.


Timnas Kroasia sendiri bukan hanya akan menyiapkan racikan strategi untuk menghadapi Inggris, tapi juga cara untuk mengatasi kondisi fisik yang kian merosot. Mereka mengakhiri laga perempat final dan 16 Besar dengan adu penalti, sehingga kaki-kaki mereka dipastikan akan kelelahan, sementara di sisi lain Inggris menang dengan nyaman melawan Swedia.

Pelatih Kroasia sempat menegaskan bahwa dirinya tak ingin masalah kebugaran ini menghalangi langkah mereka ke final.

"Kami masih memiliki tenaga yang tersisa untuk melawan Inggris. Kami tidak ingin berhenti, kami akan mencoba untuk memainkan permainan terbaik kami," kata Zlatko Dalic seusai perempat final.

Sayangnya bagi Inggris, gelandang yang biasa diplot untuk mengawal lawan-lawan mereka di lini tengah yaitu Jordan Henderson tak dalam kondisi prima. Ia sempat terkena cedera hamstring, meski tetap bisa diturunkan pada laga semifinal nanti.

Untuk menopang tugas Henderson ini, Dele Alli yang memang jadi salah satu pemain dengan rataan tekel tertinggi di The Three Lions yaitu 2,3 tekel per laga bisa diplot bersama Jesse Lingard di lini tengah.

Mematikan gelandang-gelandang Kroasia sendiri memang jadi krusial bagi The Three Lions. Jika dilihat dari lawan yang telah dihadapi Inggris sejauh ini yaitu Tunisia, Panama, Belgia (mayoritas pemain cadangan), Kolombia, dan Swedia, tak ada yang memiliki trio pemain tengah dengan kemampuan teknik di level Modric atau Rakitic.

Bahkan ketika berhadapan dengan Kolombia yang memberikan tekanan di 20 waktu akhir waktu normal, Inggris sempat keteteran.
 
 

Kroasia diprediksi akan kembali menurunkan Marcelo Brozovic yang sempat dicadangkan dalam laga melawan Rusia. Kebugaran Brozovic akan membantu Modric bisa bermain lebih ke depan untuk memberikan suplai bola kepada Mario Mandzukic.

Selain itu, dengan mendorong Modric lebih ke depan, sang gelandang Real Madrid itu pun tak perlu diberi tugas berlebih untuk menutup area terlalu luas.

Selain trio gelandang, hal lain yang harus diantisipasi Inggris adalah keberadaan Ivan Perisic dan Ante Rebic di sayap Kroasia, terutama jika Inggris bermain dengan 3-4-3.

Jika bek-bek sayap Inggris terlalu sering meninggalkan pos mereka, bukan tidak mungkin Perisic dan Rebic bisa memanfaatkan hal ini untuk menusuk dengan cepat dalam serangan balik.

Di sisi lain, Inggris sendiri bisa memanfaatkan kecepatan dan kelihaian Harry Kane untuk mencetak gol. Apalagi ia akan berhadapan dengan Dejan Lovren yang sudah pernah ia hadapi di Liga Inggris. Lovren yang rentan berbuat kesalahan dan terkadang menempatkan diri pada posisi yang tidak pas, bisa dieksploitasi untuk menambah pundi-pundi gol Kane di Piala Dunia 2018.

The Three Lions juga di laga kali ini tentu akan kembali berharap bisa kembali memanfaatkan kepiawaian mereka dalam eksekusi bola-bola mati. Sebagai catatan, 8 dari 11 gol mereka di Piala Dunia 2018 datang dari skema set pieces. Bahkan empat di antaranya datang dari sepak pojok.
Kroasia merayakan keberhasilan ke semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Pemain yang Diprediksi Bersinar

Domagoj Vida

Bek tengah Kroasia ini akan berperan penting dalam menghentikan pergerakan Harry Kane yang memang sangat tajam di kotak penalti. Selain itu, Vida yang piawai dalam duel-duel udara akan krusial dalam menghadapi kemampuan Inggris dalam skema bola mati.

Jordan Pickford

Kemenangan 2-0 Inggris atas Swedia patut dialamatkan pada Jordan Pickford yang bermain gemilang di bawah mistar gawang. Tiga kali ia menggagalkan peluang Swedia yang terlihat hampir pasti berbuah gol. Pickford akan menghadapi ujian peluang-peluang dari luar kotak penalti yang sering dikirimkan gelandang-gelandang Kroasia.

Equityworld Futures

Equityworld