Kamis, 20 September 2018

Polisi Amankan Seorang 'Begal Pantat', Korbannya Ibu-ibu di Pasar

Equityworld Futures - Pria ini mempunyai perilaku menyimpang. Ia suka meremas pantat perempuan, terutama ibu-ibu. Ia biasa melakukannya di pasar.

Kelakuan kurang ajarnya itu membuatnya diamankan warga. Kini, Deni (30) harus berurusan dengan polisi karena perbuatan 'begal pantat' yang dilakukannya.

"Tersangka ini adalah tukang parkir di Pasar Manukan, Tandes," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Rety Suasmaningsih kepada wartawan, Jumat (21/9/2018).

Reti mengatakan korban Deni sebagian besar adalah ibu-ibu yang sedang berbelanja. Namun ada laporan juga yang mengatakan bahwa Deni juga melakukannya kepada anak-anak.

"Setelah parkir, korban Kemudian dibuntuti. Ketika ada kesempatan, tersangka meremas dan meraba salah satu bagian tubuh korban (pantat). Setelah itu tersangka kabur," tandas Rety.

Equityworld Futures

Equityworld

Rabu, 19 September 2018

Apple Watch 4 Bagus untuk Kesehatan, Ah Masa?

Equityworld Futures - Apple boleh saja membangkan berbagai kemampuan pendeteksi kesehatan yang ada di dalam Apple Watch 4. Namun kemampuan jam tangan pintar itu malah diragukan oleh sejumlah dokter.

Fitur yang dimaksud adalah monitor electrocardiography (ECG/EKG), yang bisa merekam aktivitas jantung menggunakan elektroda yang menempel di kulit. Kehadiran fitur ini memang dianggap revolusioner, karena bisa dipakai hanya dengan memakai sebuah jam tangan, tanpa perlu datang ke rumah sakit.

Namun akurasi EKG di Apple Watch 4-lah yang dipermasalahkan oleh seorang cardiac electrophysiologist di Baptist Health Louisville bernama John Mandrola. Memang, akurasi fitur EKG di Apple Watch 4 mencapai 90%.

Namun menurut Mandrola, banyak dokter yang akan cenderung untuk menyarankan tes ulang bagi pasiennya yang sudah didiagnosis menggunakan Apple Watch. Hal inilah yang menurutnya berbahaya bagi pasien.

Diagnosis yang salah dari Apple Watch 4 ini menurutnya malah akan memberikan kecemasan dan mengeluarkan biaya yang sebenarnya tidak diperlukan karena harus melakukan berbagai tes untuk memastikan akurasi fitur tersebut.

Jadi, menurut Mandrola, sebuah jam tangan yang dibuat secara komersil bukanlah alat yang tepat untuk mengidentifikasi detak jantung yang tak normal, dan ia menyarankan untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan tes tersebut, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Kamis (20/9/2018).

Equityworld Futures
Equityworld

Berkarya Heran Kubu Jokowi Urusi Nama Koalisi Prabowo

Equityworld Futures - Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yakni 'Koalisi Indonesia Adil Makmur', jadul. Partai Berkarya menganggap perdebatan soal nama koalisi di Pilpres 2019 tidak penting.

"Ini agak aneh ya, perbincangan dan perdebatan yang dimunculkan hanya hal-hal yang tidak penting. Kemarin mengkritik tentang istilah emak-emak, sekarang tidak senang dengan istilah koalisi yang kita kemukakan," kata Sekjen Berkarya, Priyo Budi Santoso di rumah Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Penamaan Koalisi Indonesia Adil Makmur ditegaskan Priyo menjadi hak koalisi Prabowo-Sandi. Nama Adil Makmur merupakan representasi perjuangan Prabowo-Sandi yang menginginkan keadilan dan kemakmuran.

"Koalisi adil dan makmur yang lain kan hak kami. Sesungguhnya kan ujung dari perjuangan kita untuk keadilan dan kemakmuran rakyat. Kalau hanya kerja, kerja, kerja tanpa ada ikhtiar, karya dan seterusnya nanti secara filosofis kami tidak mau mengkritik urusan sepele semacam itu," sambungnya.

Priyo menilai perdebatan soal nama koalisi adalah hal sepele. Priyo ingin Pilpres diisi perbincangan soal isu-isu negara.

"Saya sarankan ke depan marilah kita menyampaikan wacana dan pembicaraan yang substantif untuk kepentingan dan penyelamatan negara kita dalam posisi pancaroba yang mengkhawatirkan kita sebagai bangsa," tuturnya.

Equityworld Futures
Equityworld

Senin, 17 September 2018

Perang Dagang Berkobar, Trump Kenakan China Bea Impor Baru!

Equityworld Futures - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengenakan bea impor 10% terhadap berbagai produk China senilai US$200 miliar (Rp 2.978 triliun) mulai 24 September 2018. Tidak hanya itu, tarif impor tersebut akan naik menjadi 25% akhir tahun ini.

Langkah sang presiden yang diumumkan hari Senin (17/9/2018) malam waktu setempat atau Selasa dini hari waktu Indonesia makin memanaskan ketegangan di antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. China telah berulang kali menegaskan akan membalas segala tindakan pengenaan bea masuk baru oleh AS.

Trump Makin Beringas, China Tambah Panas

Gedung Putih menghapus sekitar 300 barang dari daftar yang diajukan sebelumnya, termasuk smart watch, beberapa bahan kimia, serta produk lain seperti helm sepeda dan kursi tinggi untuk bayi, CNBC International melaporkan.


Trump dalam pernyataannya mengatakan bea masuk itu akan naik menjadi 25% tanggal 1 Januari 2019. Ia menambahkan bahwa "jika China membalas dengan menargetkan petani dan industri kami lainnya, kami akan segera masuk fase ketiga dengan tarif impor terhadap impor dari China lainnya senilai US$267 miliar."

Foto: infografis/INI SEKTOR INDUSTRI AS YANG JADI KORBAN TARIF TRUMP & XI JINPING/Aristya Rahadian Krisabella
Sebelumnya, ia juga mengatakan bea masuk tambahan itu siap diterapkan dalam waktu singkat bila sang presiden menginginkannya.

Langkah itu hanya akan meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing saat keduanya sebenarnya tengah mempersiapkan putaran baru perundingan dagang.

Gedung Putih telah mengenakan bea masuk terhadap barang-barang China senilai US$50 miliar yang langsung dibalas China dengan tarif impor serupa terhadap produk AS dengan nilai yang sama persis. Tindakan China itu dikhawatirkan akan menghantam industri pertanian Amerika.

Beberapa pejabat AS telah mengupayakan perundingan baru dengan China namun Trump pekan lalu mengatakan tidak ada tekanan bagi Negeri Paman Sam untuk mencapai kesepakatan apapun.

Hari Senin sebelum tarif impor baru itu diumumkan, penasihat ekonomi Trump, Larry Kudlow, mengatakan sang presiden tidak puas dengan pembicaraan dengan China.

Kementerian Luar Negeri China telah mengatakan pemerintahannya akan membalas bila AS benar-benar menerapkan bea masuk barunya itu. Namun, Trump mengatakan situasi itu akan "diselesaikan, pada akhirnya, di antara saya dan Presiden China Xi [Jinping] yang saya sayangi dan hormati."

Equityworld Futures
Equityworld

Minggu, 16 September 2018

Ini Penampilan Perdana Joaquin Phoenix sebagai Joker

Jakarta -
Equityworld Futures tengah terlibat dalam proyek film solo Joker garapan studio Warner Bros. Sang sutradara, Todd Phillips baru-baru ini mengunggah penampilan sang aktor sebagai sang badut salah satu musuh militan dalam legenda cerita Batman.

Phillips memposting foto wajah Phoenix Joker dengan keterangan 'Arthur' di bawah foto tersebut. Beda dengan tampilan Joker sebelumnya, wajah Arthur tak tampil dalam badut di wajah.
Equityworld Futures
Equityworld

Kamis, 13 September 2018

Ini Alasan Romano Fenati Tekan Rem Motor Stefano Manzi Saat Balapan

Equityworld Futures- Romano Fenati mengungkap alasan di balik aksi gila dirinya ketika menekan rem motor Stefano Manzi di lintasan Misano saat balapan Moto2. Begini pembelaan diri Fenati.

Rider Moto2 itu sedang jadi sorotan akibat tindakannya terhadap Manzi di lintasan Misano saat grand prix San Marino. Fenati didiskualifikasi dari balapan dan diskors sebanyak dua balapan.

Fenati mengakui tindakannya itu memang buruk. Tapi ia merasa kalau Manzi pun juga sudah melakukan tindakan yang tidak kalah buruk kepada dirinya sebelum insiden tersebut.

"Sebelum itu ada kontak pertama dengan Manzi, yang membuatku melebar keluar lintasan. Setelah melewatiku, ia juga membuatku melambat, dan bikin diriku keluar lintasan lagi untuk kali kedua," kata Fenati kepada Movistar TV yang dikutip Sky Italia.

"Aku bilang begini bukan untuk mencari alasan. Tapi menurutku ini juga harus jadi pertimbangan karena pebalap-pebalap yang melaju tanpa memikirkan yang lain akan mengacaukan balapan rider di sekelilingnya, dan ini bukanlah hal yang benar."

"Aku memang melakukan sebuah gerakan berbahaya, tapi dirinya pun melakukan hal serupa. Aku bukannya ingin membenarkan tindakanku, tapi aku cuma ingin orang melihat dari perspektif tersebut," tuturnya.

Sementara itu Manzi juga sudah memberikan komentarnya atas insiden di lintasan Misano. Ia membenarkan memang ada kontak antara dirinya dengan Fenati.

"Kami sempat bersenggolan dua tikungan sebelum itu. Tapi reaksinya sama sekali tidak bisa dibenarkan. Nilai saja sendiri tindakannya itu seperti apa," kata Manzi seperti dilansir BBC.

Equityworld Futures
Equityworld