
Equityworld Futures - Ida Rochani (50) terpaksa harus mengubur mimpinya berangkat umrah dalam waktu dekat. Ida yang merupakan calon jemaah umrah dari PT Solusi Balad Lumampah (SBL) belum mendapat kejelasan untuk nasib keberangkatannya.
Sejak adanya pemberitaan tentang dugaan penggelapan yang dilakukan bos SBL, Aom Juang Wibowo, Ida langsung mendatangi kantor SBL travel yang beralamat di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/1/2018).
"Saya kaget dengar berita kemarin. Makanya saya ke sini mau ngecek," ucap Ida saat ditemui di lokasi.
"Saat mendaftar saya dijanjikan berangkat tanggal satu Januari kemarin (2018)," kata warga Pasirkaliki Bandung itu.
"Lalu berubah lagi dijadwalkan tanggal 4 Februari (2018)," ucap Ida.
Hingga akhirnya, pihaknya mendapat berita soal dugaan penipuan yang dilakukan bos SBL. Ida kaget hingga akhirnya tidak lagi mempercayai jasa travel tersebut.
"Saya akan meminta uang kembali saja," kata Ida.
"Saya dijanjikan tanggal satu kemarin untuk pergi. Tapi sampai sekarang belum ada kabar," katanya.
Dengan adanya dugaan kasus tersebut, Uu tidak akan lagi menggunakan jasa SBL travel. Ia berharap agar uang yang sudah masuk dapat dikembalikan.
"Kalau saya enggak ada kepastian sampai pertengahan Februari, saya kemungkinan refund," tuturnya.
Bos PT SBL Aom Juang Wibowo bersama stafnya, Ery Ramdan, diciduk Polda Jabar. Keduanya diduga menipu 12 ribu calon jemaah umrah-haji. Dari 12 ribu jemaah, PT SBL meraup Rp 300 miliar. Polisi menduga uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi teresangka.
Equityworld Futures
Tidak ada komentar:
Posting Komentar