Kamis, 25 Januari 2018

Trump Ragukan Perdamaian Timur Tengah

Trump Ragukan Perdamaian Timur Tengah

Equityworld Futures - Presiden Amerika Serikat,Donald Trump, meragukan perundingan damai Israel-Palestina akan berlangsung kembali dengan menyalahkan Palestina.
Dia mengatakan Palestina sudah 'tidak menghormati' Amerika Serikat menyusul keputusan kontroversialnya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Hormat harus diperlihatkan kepada Amerika Serikat atau kita tidak akan melangkah lebih lanjut," katanya kepada para wartawan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Kamis (25/01).
Palestina mengatakan Amerika Serikat tidak bisa lagi dipertimbangkan sebagai 'penengah yang netral' dan Presiden Mahmoud Abbas menyebut pernyataan Trump tentang Yerusalem pada Desember lalu tersebut sebagai 'tamparan abad ini'.

Duduk bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump kukuh dengan keputusannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Israel selalu mendukung Amerika Serikat jadi yang saya lakukan dengan Yerusalem adalah penghormatan dari saya."

Duduk bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump kukuh dengan keputusannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Israel selalu mendukung Amerika Serikat jadi yang saya lakukan dengan Yerusalem adalah penghormatan dari saya."

Dia mengulang kembali pandangan bahwa dengan 'mengeluarkan Yerusalem dari meja (perundingan)... kita tidak berbicara tentang itu lagi' bisa membuat langkah maju ke proses perdamaian.
Status Yerusalem merupakan inti dari konflik Israel-Palestina.
Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota 'abadi dan tidak dipisah' sementara Palestina menuntut Yerusalem Timur -yang direbut Israel dalam Perang 1967- menjadi ibu kota dari negara masa depan mereka.
Keputusan Trump pada Desember tahun lalu memutus kebijakan netralitas yang diambil Amerika Serikat selama beberapa dekade dan juga ke luar dari sikap bersama komunitas internasional.
Kenapa Palestina dituding bersalah?
Presiden Trump menuduh kepemimpinan Palestina tidak terhormat, khususnya ketika mereka tidak mau bertemu dengan Wakil Presiden, Mike Pence, yang berkunjung ke kawasan pada awal pekan ini.
Dia juga mengatakan tetap pada keputusannya baru-baru ini untuk menahan setengah lebih dari pembayaran US$ 125 juta untuk badan PBB yang membantu Palestina.
Keputusan itu disebut Palestina sebagai pemerasan.



Equitywold Futures



Tidak ada komentar:

Posting Komentar