Equityworld Futures - Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tak terlepas dari adanya sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha. Kedua pihak harus terus bergandeng tangan untuk mendorong dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha juga akan berdampak kepada peningkatan daya saing Indonesia di pasar dunia. Terlebih, di tengah dinamika perekonomian global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada
2018 mencapai 5,17%. Pertumbuhan tersebut, lebih besar dibandingkan pada
2017 yang mencapai 5,07%. Adapun pada 2016, pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada kisaran 5,03%, di mana sebelumnya hanya 4,88% pada 2015.
Sementara
itu Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2020-2024 disebutkan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran
5,4% - 6%. Untuk mencapai target yang diharapkan itu, setiap kebijakan
yang dikeluarkan pemerintah dapat berfungsi optimal dan juga sesuai
dengan kebutuhan dunia usaha.
Dengan kata lain, kebijakan yang
diterbitkan pemerintah dalam implementasinya, dapat tepat sasaran. Hal
tersebut karena idealnya, pemerintah harus ramah kepada bisnis atau business friendly.
Pada saat bersamaan, pengusaha juga diharapkan bersedia dan mematuhi
aturan yang dibuat pemerintah. Nah untuk itu, dibutuhkan komunikasi dan
koordinasi yang baik serta intens antara keduanya agar tercipta
soliditas.
Beberapa kebijakan telah dikeluarkan oleh Presiden
Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka memberikan fasilitas dan kemudahan
kepada dunia usaha. Pemerintah juga secara konsisten terus berupaya
mewujudkan pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan.
Pada 2019, pengelolaan fiskal difokuskan pada dua hal utama yaitu untuk menjaga kesehatan fiskal dan untuk mendorong iklim investasi dan ekspor. Untuk mendorong iklim investasi dan ekspor, yang dapat dilakukan adalah melalui simplifikasi dan kemudahan investasi dan ekspor, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan pemberian insentif fiskal untuk peningkatan daya saing investasi dan ekspor.
Sementara
untuk menjaga kesehatan fiskal, akan dilakukan dengan mendorong
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi lebih produktif,
efisien, berdaya tahan, dan mampu mengendalikan risiko, baik dalam
jangka pendek, menengah maupun panjang. Selain itu, Presiden Jokowi juga
kerap menyampaikan bahwa salah satu yang menjadi fokus pemerintah
selanjutnya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia. Hal itu dilakukan
dengan memberikan pendidikan vokasi dan keterampilan kepada masyarakat,
khususnya generasi muda.
Sejatinya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha
dibutuhkan agar potensi tidak pergi. Dengan begitu harapannya,
pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berkesinambungan serta, terjadi
pemerataan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Equityworld Futures
Equityworld
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar