Kamis, 01 Juni 2017

Fasilitas Kredit Tanpa Agunan, Butuh atau Ingin?

Fasilitas Kredit Tanpa Agunan, Butuh atau Ingin?

Equityworld Futures - Ada tiga alasan orang mengambil pinjaman tanpa jaminan adalah untuk mengonsolidasi utang ke dalam satu pinjman mungkin lebih murah, untuk melaksanakan proyek-proyek bisnis, kredit konsumsi, atau untuk membeli barang kebutuhan pribadi.

Lebaran masih sebulan lagi, namun dua minggu terakhir ini masif sekali perbankan menelepon saya menawarkan kartu kredit dan 'personal loan' atau Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau kredit tanpa jaminan untuk keperluan lebaran. Entah penawaran kartu kredit ini apakah karena momentum lebaran atau karena turunnya bunga kartu kredit yang berdampak pada turunnya pendapatan, sehingga digenjot dengan jumlah pengguna. Limit kartu kredit yang dijanjikan melebihi limit terbesar dari kartu kredit yang dimiliki saat ini.

Personal loan ini dipinjamkan ada yang dengan bunga, ada yang tanpa bunga dengan angsuran pertama setelah lebaran, yaitu bulan Juli. Butuh kesabaran untuk menolaknya. Bisa saja sih tidak saya angkat atau saya angkat terus saya cuekin, tapi rasanya tidak tega. Meski misal saya iyakan pun akan ditolak karena, bank mana mau memberi fasilitas kartu kredit atau personal loan ke financial planner seperti saya, yang selain kantornya enggak ada fixed phone, juga income saya tidak tetap jumlahnya, naik turun lah ya, kayak jalan.

Yaa sudahlah lupakan curhatan saya di atas, mari bicara ambil atau enggak tawaran tersebut. Galau antara ambil, jangan ya kesempatan ini? Kalau enggak diambil takut nanti enggak ditawarin lagi, mau diambil tapi kok anu, dst. Nah, sebelum memutuskan ambil atau tidak, ada baiknya make sure beberapa hal ini.

Butuh atau ingin?
Galau ambil jangan ya KTA-nya atau tawaran kartu kreditnya? Tanyakan diri sendiri, butuh untuk memenuhi kebutuhan keuangan atau hanya sekedar keinginan. Jika butuh, ambil, jika hanya sekedar untuk memenuhi keinginan, tinggalkan, karena hanya menjadi sumber masalah keuangan baru.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan ini mudah saja. Jika itu sifatnya kebutuhan, jika tidak dipenuhi maka kehidupan Anda akan terancam. Jika sifatnya hanya keinginan, tanpa dipenuhi pun Anda akan baik-baik saja kok. Makan itu kebutuhan, makan apa itu keinginan. Tanpa makan hidup Anda terancam, bisa sakit, yang penting makan, ada asupan. Cukup. Namun seringkali menjadi makan apa ini yang keinginan. Jangan duit di kantong untuk lunch hanya Rp 25 ribu, Anda mau makan dengan harga Rp 50 ribu, ini keinginan. Jadi, jika Anda tidak ada kebutuhan, maka tinggalkan tawaran personal loan dan kartu kredit tersebut, dari pada,terjebak dalam gaya hidup ngehek yang negatif, karena ada ngehek yang positif lho.

Tidak perlu takut, kehilangan kesempatan, 'wah kalau enggak diambil ntar enggak ditawarin lagi.' Tenang saja, selama riwayat kredit pribadi, status keuangan Anda bagus, tertib angsuran, tidak pernah terlambat, bank akan rajin menelepon memberikan tawaran.

Jumlah Pinjaman, Bunga dan Biaya Administrasi
Hal selanjutnya adalah, apakah jumlah personal loan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan? Misal makssud hati mengambil KTA untuk konsolidasi utang, ternyata jumlahnya hanya setengahnya atau sepertiganya yang ditawarkan (baru yang ditawarkan ya, belum tentu akhirnya di setujui oleh bank). Akhirnya ini hanya akan menambah lobang hutang baru, yang artinya menambah beban keuangan baru.

Ternyata tidak hanya agama Islam yang melarang bunga, kalau tidak percaya, coba cek di workshop keuangan Syariah di Perencana Keuangan Syariah 9-11 Juni Info di sini https://bit.ly/RIFA0517, Mengelola Keuangan Keluarga Islami 17 Juni info di sini https://bit.ly/IARFC-PMSY, Berinvestasi pada produk keuangan Syariah 18 Juni, info di sini https://bit.ly/IARFC-IVS atau buka di www.IARFCIndonesia.com.

Agar tidak terkena bunga maka baiknya ambil personal loan yang memberikan fasilitas tanpa bunga, dan hanya mengenakan biaya administrasi sekali di awal. Ingat untuk tetap jeli dengan tawaran ini. Misal dari plafon kartu kredit Anda, bisa diberikan personal loan sebesar Rp 3 juta, tanpa bunga, dengan biaya administrasi sekali saja di depan sebesar Rp 300 ribu. Nah, bukan bunga sih ya, tapi besarannya 10% dari jumlah pinjaman. Tetap mau ambil? Pertimbangkan kembali.

Angsuran dan Jangka Waktu
Bank memiliki standar penghitungan, kemampuan Anda mengangsur secara total dari segala utang produktif yang Anda miliki maksimal adalah di angka 30%-35% dari pendapatan. Artinya cicilan personal loan tersebut jika ditotal dengan cicilan-cicilan yang sudah ada sebesar 30%-35%. Misalkan, penghasilan Anda Rp 15 juta per bulan, cicilan yang sudah berjalan sebesar Rp 3 juta per bulan, maka sisa alokasi untuk cicilan yang masih ada adalah Rp 1,5 juta per bulan.

Bagaimana jika melebihi? Anda terancam dalam kebangkrutan. Nah!

Biasanya semakin lama jangka waktu cicilan, maka nominal cicilan akan semakin menurun. Pastikan selama jangka waktu tersebut Anda tidak ada rencana keuangan baru yang membutuhkan alokasi.

Sudah mengetahui beberapa hal diatas, selamat memikirkan godaan tawaran Personal Loan alias KTA-nya. Semoga bermanfaat dan salam finansial!





Equityworld Futures

Tidak ada komentar:

Posting Komentar